Setiap pulang aku kumpulkan sesal dalam ransel. Sesal tumbuh dari sejumlah langkahku yang mulai mengkhawatirkan. Waktu yang membuatnya makin payah dan rapuh. Ibu pernah berkata jangan terlalu percaya dengan sebuah pilihan. Sudah sekian sesal di sisi cermin kamarku, sering kali kucoba mana yang lebih bisa menguras air mata, atau yang membuat aku kuat terjaga. Sebelum berangkat, kamar kukunci rapat. Semoga ibu tak tahu, betapa anaknya hampir tak bisa membawa pulang dirinya sendiri.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.