Kebutuhan dan perhatian terhadap tanaman obat herbal meningkat di masa pandemi. Potensi sumber daya alam Indonesia, terutama tanaman obat dan obat tradisional, terbesar kedua setelah Brasil.
### Buku ini berfokus pada potensi tanaman obat tradisional di Indonesia, khususnya di era pandemi. Mulai dari pengenalan tiga tanaman obat utama, yaitu kunyit, temulawak, dan kencur, hingga penjelasan mengenai ribuan tanaman obat lainnya yang teridentifikasi oleh Kementerian Kesehatan pada 2017. Dalam konteks pandemi, peningkatan minat masyarakat terhadap tanaman obat tradisional dapat dilihat dari permintaan yang semakin tinggi. Pengolahan tanaman obat ini dilakukan di kantor Kelompok Tani Wanita Lestari yang menjadi unit pengolahan jamu Sari Jampi. Buku ini juga membahas tantangan dalam penggunaan tanaman obat secara komersial, termasuk penjelasan mengenai hukum perlindungan hak cipta dan pidana yang terkait dengan pelanggaran tersebut. Selain itu, buku ini juga menyentuh isu literasi di Indonesia, menyajikan data yang menunjukkan bahwa Indonesia berada pada peringkat 60 dari 61 negara dalam survei literasi oleh John W. Miller. Program-program seperti GPMB dan street library di Yogyakarta dan Bandung diberikan sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakat, meskipun tren perpindahan media bacaan dari tercetak ke digital menjadi tantangan yang perlu diatasi. Buku ini hadir sebagai sarana pengetahuan dan motivasi bagi pembaca untuk memahami dan memanfaatkan potensi tanaman obat tradisional serta pentingnya literasi dalam menghadapi era digital saat ini.
Unduh untuk perangkat lain: