Salah satu pendiri Filsafat Barat, Plato (sekitar 427-347 SM), lahir dalam keluarga bangsawan Athena selama periode kerusuhan sosial dan politik setelah pecahnya Perang Peloponnesos (431-404 SM). Sebagai pemuda, Plato sendiri memiliki aspirasi politik, tetapi harapannya untuk reformasi ditantang terkemuka pada masa itu, dijatuhi hukumanmati oleh pengadilan. Athena, yang diduga arena merusak
### Buku ini menggambarkan kisah hidup dan kematian Socrates, seorang filsuf klasik Yunani, serta kontribusinya terhadap filsafat. Dalam *Apologia*, Socrates menjelaskan alasan-alasan bela dirinya saat diproses oleh pengadilan Athena. Dia menunjukkan ketidaktahuan sebagai kebijaksanaan dan menggunakan metode bertanya untuk mengungkap ketidakkonsistenan dalam tuduhan terhadapnya. Di *Crito*, Socrates membahas tentang kewajiban individu terhadap hukum dan konsistensi moral, menyuarakan bahwa setiap orang harus menghormati hukum, meskipun hukum itu sendiri mungkin tidak selalu adil. Pada *Phaedo*, Socrates merayakan kematian dengan tenang, menekankan bahwa hidup yang tidak diperiksa tidak layak dijalani dan bahwa kematian mungkin merupakan berkah yang belum diketahui. Dia mengajarkan bahwa kebijaksanaan terletak pada kesadaran akan ketidaktahuannya dan kebutuhan untuk terus mencari pengetahuan. Sementara itu, *Tentang Plato* menjelaskan kisah hidup dan pendirian filsafat dari Plato, murid dekat Socrates. Plato mendirikan Akademi, lembaga yang bertujuan untuk penelitian filsafat dan sains, dan berkontribusi signifikan pada perkembangan filsafat Barat. Dalam tulisannya, Plato membahas doktrin-doktrin yang dikembangkan oleh Socrates, seperti pengetahuan sejati sebagai ingatan kembali, keberadaan ideal Bentuk atau Ide, keabadian jiwa, dan metempsikosis. Buku ini memberikan wawasan mendalam tentang perjalanan spiritual dan intelektual Socrates dan filosofi Plato, serta peran mereka dalam membentuk basis filsafat Barat.
Unduh untuk perangkat lain: