Bullying di sekolah seperti hantu. Tak tampak, tapi akibatnya nyata. Karena merasa lebih kuat dan lebih hebat, siswa menyiksa temannya yang lemah. Baik fisik maupun mental. Orang tua, pihak sekolah, dan masyarakat harus mengawasi jangan sampai sikap sok jago siswa berubah menjadi tindak kriminal yang memakan korban.
singkat buku ini Buku ini menggali berbagai isu literasi di Indonesia, mulai dari upaya meningkatkan minat baca melalui program-program seperti Duta Baca Indonesia dan gerakan literasi sekolah, hingga tantangan dalam perpindahan media bacaan dari cetak ke digital. Studi ini juga menyoroti permasalahan bullying di sekolah, yang merupakan teror di halaman sekolah yang dapat mengganggu kualitas belajar dan literasi siswa. Melalui berbagai contoh dan kasus, seperti pengalaman Moch. Fadhil Hakkaputra sebagai korban bullying, buku ini mengilustrasikan bagaimana permasalahan ini berdampak pada kesejahteraan dan literasi siswa. Selain itu, buku ini juga menyajikan upaya-upaya pemerintah dan organisasi untuk mempromosikan literasi dan mengatasi tantangan yang dihadapi dalam era digital. --- untuk Cover Belakang Buku Buku ini menjelajahi isu-isu literasi di Indonesia, dari program-program meningkatkan minat baca hingga permasalahan bullying di sekolah. Melalui kasus Moch. Fadhil Hakkaputra, diilustrasikan dampak bullying terhadap kualitas belajar dan literasi siswa. Selain itu, buku ini juga membahas upaya-upaya pemerintah dan organisasi untuk mempromosikan literasi dalam era digital. --- Mohon dicatat bahwa sinopsis ini disusun berdasarkan konten yang diberikan dan diadaptasi untuk cover belakang buku.
Unduh untuk perangkat lain: