Dibanding Amerika Serikat dan Jepang, pendapatan per kapita Indonesia jelas sangat rendah. Namun, dari segi konsumsi rokok, Indonesia merupakan konsumen rokok terbesar ketiga di dunia, setelah kedua negara itu.
Buku ini berfokus pada tantangan dan konflik yang muncul seputar upaya pemerintah untuk mengimplementasikan regulasi anti-tembakau di Indonesia. Meskipun literasi menjadi salah satu indikator penting dari kualitas pendidikan, upaya meningkatkan minat baca masyarakat telah dihambat oleh tren perpindahan media bacaan ke digital. Di sisi lain, Indonesia merupakan salah satu negara konsumen rokok terbesar di dunia, yang menjadikan isu anti-tembakau menjadi sangat sensitif. Buku ini menguraikan berbagai masalah dan konflik yang terkait dengan rancangan undang-undang anti-tembakau. Mulai dari perlawanan industri rokok, hingga perdebatan internal di pemerintah antara kebutuhan untuk membatasi konsumsi rokok dengan keinginan mempertahankan pendapatan dari cukai rokok. Kesimpulannya, buku ini merupakan dokumentasi yang mendalam tentang tantangan yang dihadapi dalam upaya memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat melalui regulasi anti-tembakau, sambil tetap mempertimbangkan isu-isu ekonomi yang kompleks.
Unduh untuk perangkat lain: