Pada tahun 1970-an, Pemerintah Kota mendanai pembangunan dari pajak judi merupakan hal yang lumrah. Tidak hanya di Jakarta, juga di beberapa kota lainnya. Pelarangan judi menyebabkan Pemerintah Kota harus menaikkan pajak dari beberapa sektor lain.
### Buku ini menggambarkan upaya berbagai pihak untuk meningkatkan literasi nasional di Indonesia. Melalui Kata Pengantar, penulis menekankan pentingnya literasi sebagai salah satu ukuran kualitas pendidikan, dan menyadari bahwa Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara dalam survei literasi. Uji Coba Pertama Kasus Puteh menampilkan kasus nyata tentang pengadilan pidana korupsi, yang menunjukkan bagaimana penggunaan teknologi, seperti smartphone, dapat mempengaruhi akses terhadap bahan bacaan dan proses hukum. Heli Rusia yang Membengkak membahas perubahan dalam akses literasi melalui smartphone, menyebutkan bahwa jumlah pengguna telepon pintar di Indonesia tumbuh pesat, mencapai 100 juta pada 2015 dan diprediksi akan meningkat menjadi 250 juta pada akhir 2021. Bagian berikutnya, Masih Babak Pemanasan, menguraikan program-program pemerintah dan organisasi lain yang berupaya meningkatkan literasi, seperti program pengiriman buku gratis, gerakan literasi sekolah, dan program GPMB di Yogyakarta serta street library di Bandung. Penulis kemudian menyoroti Kisah Hakim βMatangβ Menanti Keppres, yang menggambarkan tantangan dalam peningkatan literasi, terutama di lembaga hukum. Sepuluh Tahun Tak Bulat membahas konsekuensi hukum bagi pelaku pelanggaran hak cipta, termasuk penghukuman pidana penjara dan denda. Hakim Ad Hoc Antikorupsi, I Made Hendra Kusuma Pertimbangan Lain yang Memberatkan menyoroti kenyataan bahwa meskipun literasi digital meningkat, masih ada tantangan dalam mengaplikasikan hukum di lembaga penegak hukum. Pilihan Puteh Lego Harta atau Tambah Penjara memberikan contoh nyata tentang bagaimana pilihan hukum dapat mempengaruhi kehidupan individu, dengan fokus pada kasus khusus yang melibatkan pengadilan korupsi. Di akhir, buku ini mengajak pembaca untuk memahami bahwa meskipun literasi digital memudahkan akses, masih diperlukan upaya yang terus menerus untuk memastikan literasi yang seimbang antara aspek digital dan non-digital.
Unduh untuk perangkat lain: