BALIKPAPAN - Sebanyak 24 orang tewas tenggelam di lubang bekas tambang batu bara di Kutai Kartanegara dan Samarinda, Kalimantan Timur, selama lima tahun terakhir. Empat di antaranya tewas dalam lima bulan ini.
Buku ini berisi penelitian mendalam tentang masalah lingkungan yang dihasilkan oleh industri pertambangan di Indonesia. Mulai dari dampak langsung seperti hilangnya habitat alam dan kematian berkala akibat "lubang maut," hingga isu-isu kompleks lainnya seperti reklamasi sengsara, penyelewengan dana, dan perjuangan para aktivis yang tetap berjuang untuk mengembalikan keseimbangan alam. Buku ini juga menyajikan regulasi terkait hak cipta dalam konteks digital, yang penting bagi pemahaman tentang penggunaan dan perlindungan informasi dalam era modern. Dilengkapi dengan pernyataan hak cipta dan detail layout oleh tim peneliti dan desainer grafis, buku ini merupakan sumber berharga untuk mereka yang ingin memahami isu-isu lingkungan dan literasi digital di Indonesia. --- Penjelasan singkat tersebut dirancang untuk menarik minat pembaca potensial seolah-olah terdapat pada cover belakang buku. Isi sinopsis mencakup beberapa aspek utama dari daftar isi yang diberikan, termasuk masalah lingkungan akibat pertambangan, isu-isu reklamasi dan perlindungan hak cipta. Informasi tambahan tentang regulasi terkait hak cipta juga disertakan untuk menunjukkan relevansinya dalam konteks digital saat ini. Penggunaan bahasa yang singkat namun informatif mencerminkan pemahaman mendalam tentang isu-isu yang dibahas di dalam buku, sambil tetap mematuhi batasan informasi yang diberikan.
Unduh untuk perangkat lain: