Berbagai tradisi dilakukan oleh umat Islam di Indonesia menyambut bulan Ramadan. Salah satunya berziarah ke makam keluarga atau nyekar (Jawa).
Berbagai tradisi dilakukan oleh umat Islam di Indonesia menyambut bulan Ramadan. Salah satunya berziarah ke makam keluarga atau nyekar (Jawa). Ziarah adalah berkunjung bersama keluarga ke makam anggota keluarga yang sudah terlebih dahulu meninggal, terutama orang tua. Tujuannya untuk mendoakan, merawat, dan membersihkan makam. Tradisi ini tidak hanya dilakukan ke makam yang letaknya dekat, tetapi tidak sedikit yang kembali ke kampung untuk melakukan ziarah ini. Selain makam keluarga, sebagian umat muslim juga berziarah ke makam para Wali dan pemuka agama Islam lainnya. Kegiatan ini bertujuan memberi ketenangan dan mengingatkan kembali asal usul mereka. Selain ziarah, tradisi lainnya seperti nyadran, bebersinan, mengarak tumpeng, dan padusan juga dilakukan. Di beberapa daerah seperti Temanggung, Sragen, Klaten, masyarakat membawa makanan dan makan bersama setelah berziarah. Arak-arakan tersebut dimulai dari Pendopo Tembayat sampai Komplek Makam Sunan Pandan Arang di atas Bukit Jabalkat, Klaten. Warga mendaki sekitar 250 anak tangga untuk mencapai lokasi kegiatan. Puluhan tumpeng beserta lauk-pauk dan hasil bumi diletakkan di Pendopo Kompleks Makam Sunan Pandan Arang dan dinikmati bersama setelah warga selesai melakukan rangkaian acara. Warga percaya dengan memakan hidangan yang telah didoakan bersama-sama dapat mendatangkan berkah dalam kehidupan hingga Ramadan berikutnya. Tradisi Ramadhan di Indonesia dan Mancanegara menjelaskan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh umat Islam di Indonesia untuk menyambut bulan Ramadan. Buku ini menggambarkan berbagai tradisi khas Nusantara yang dilakukan oleh umat Islam, baik di Indonesia maupun di mancanegara.
Unduh untuk perangkat lain: