Berbagai lembaga, yayasan, dan badan amal yang disponsori pengusaha kelas kakap seperti berlomba-lomba didirikan. Ini adalah bagian dari bentuk tanggung jawab social para pengusaha tajir itu. Siapa saja mereka? Bagaimana bentuk kegiatannya?
### Buku ini mengupas berbagai aspek literasi dan amal di Indonesia, dengan fokus pada gerakan literasi dan amal yang dilakukan oleh para konglomerat dalam mendirikan yayasan dan badan amal. Melalui berbagai contoh, termasuk penjelasan tentang Yayasan Para Taipan, kita dapat memahami bagaimana para konglomerat berkontribusi dalam peningkatan literasi dan amal di Indonesia. Buku ini juga menyajikan wawasan tentang literasi di era digital, dimana kecenderungan masyarakat untuk membaca melalui smartphone menjadi perhatian utama. Hal ini mencakup upaya-upaya yang dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah dan organisasi, untuk mempromosikan literasi dan amal lewat program-program seperti pengiriman buku gratis, gerakan literasi sekolah, dan program street library. Selain itu, buku ini juga mencakup aspek hukum terkait hak cipta, yang merupakan bagian penting dalam konteks penerbitan dan distribusi bahan bacaan. Mengulas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, buku ini memberikan wawasan tentang hukum yang berlaku terkait penggunaan dan distribusi konten digital dan cetak. Buku ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang mendalam tentang bagaimana literasi dan amal dapat dipromosikan dalam era modern, serta bagaimana hukum dapat memainkan peran dalam mekanisme distribusi dan penggunaan bahan bacaan.
Unduh untuk perangkat lain: