Buku ini mengupas falsafah hidup masyarakat Batak, khususnya di wilayah Angkola-Mandailing, Sumatera Utara. Dalihan Na Tolu yang berarti tungku masak berkaki tiga menggambarkan tiga elemen penting dalam kekerabatan—Mora (kerabat pihak pemberi mempelai wanita), Kahanggi (kerabat dari pihak mempelai laki-laki), dan Anakboru (kerabat dari pihak yang diberikan anak perempuan). Filosofi ini menjadi landasan penting dalam membangun hubungan sosial, penyelesaian konflik, dan menjaga kerukunan antaranggota masyarakat. Dengan prinsip gotong-royong, komunikasi bermartabat, dan kerjasama berdasarkan prinsip adat, falsafah ini menjadi sarana penyelesaian konflik dan membangun harmoni antar suku dan agama. Selain menjadi panduan sosial, Dalihan Na Tolu juga mengandung nilai pendidikan Islam multikultural yang berfokus pada prinsip menghargai perbedaan, fleksibilitas, dan semangat demokrasi. Nilai-nilai seperti hormat na marmora, elek maranak boru, dan manat mardongan tubu mencerminkan budaya gotong-royong, kepedulian, dan komunikasi yang saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari. Buku ini menawarkan wawasan tentang bagaimana nilai ini dapat membangun kedamaian, mempromosikan kerukunan antar suku dan agama, serta menciptakan kesadaran akan pentingnya keluarga sebagai dasar keharmonisan dalam masyarakat yang beragam. Pendidikan Islam Multikultural : Falsafah Dalihan Na Tolu Suku Batak Angkola Mandailing
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.