Dinullah Rayes tampil sebagai sosok Penyair Pejuang (Adib Mujahid). Syair-syairnya mengalir bak air dari hulu kalbu bermuara pada hilir satu: cerahkan nurani maka peradaban suci mencerahi. Kini sosok itu menua dalam usia, tapi senantiasa remaja dalam karya. Baginya aku ada untuk bersyair, tanpa syair aku tiada. Aku mengada dengan syair agar makna mengalir tiada akhir. Tokoh Nasional Prof. Din Syamsudin
### Bersua Lewat Aksara mengisahkan perjalanan hidup dan karya Ridhwan Karim, seorang penyair yang menjadi legenda di dunia sastra. Buku ini disusun oleh Bening Damhuji, dengan desain sampul karya Turanggo Dede Sambiring dan layout oleh Azarya Andre. Bersua Lewat Aksara mencakup berbagai aspek kehidupan Ridhwan Karim, mulai dari awal karir hingga keterlibatannya dalam dunia politik. Dalam bagian "Bersua Lewat Aksara," Ridhwan Karim menguraikan perjalanan pribadinya, sementara "Di Pusaran Politikus" menelusuri keterlibatannya dalam dinamika politik. Penerbitan buku ini dilakukan oleh Penerbit Diandra, dengan cetakan pertama pada Agustus 2024. Materi di dalam buku dilindungi hak cipta menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dipidana dengan pidana penjara dan/atau denda, tergantung pada tingkat pelanggaran. Buku ini merupakan karya yang tidak hanya menarik dari segi sastra, tetapi juga sejarah politik, dan dapat menjadi sumber inspirasi bagi para penyair dan aktivis sosial.
Unduh untuk perangkat lain: