Kutipan kalimat dari novel Dilan yang ditulis Pidi Baiq memang romantis luar biasa. Apalagi ketika karya ini diangkat ke layar kaca. Serentak menggemparkan jagat Indonesia. Tidak bisa berbilang ada berapa banyak kawula muda dan pecinta cerita romansa yang terhipnotis. Kami hadir dengan cerita serupa meski tak sama. Menjadi pembanding dan juga penyeimbang. Tidak kalah romantis dari Dilan. Tapi, tentu saja sarat makna dan hikmah.
### Buku ini mengisahkan perjalanan Lisa, seorang gadis yang mencari penghiburan dari rasa sedihnya setelah kehilangan saudara kandungnya. Kisahnya berawal ketika Rizal, seorang siswa yang tidak terlalu mengenal Lisa, memberikan sapu tangan yang memiliki makna pribadi bagi Lisa. Sapu tangan tersebut menjadi alasan Lisa mencari pelarian dari rasa sedihnya, mengambil tindakan yang tidak bijaksana. Lisa bertemu Nia, seorang teman baru yang menawarkan pergi ke belakang sekolah. Sementara itu, Rizal juga mencoba menemui Lisa di perpustakaan. Kisahnya berlanjut dengan Rizal yang menghadapi konsekuensi hukuman dari perbuatan yang tidak diinginkan, sementara Lisa terlibat dalam permasalahan yang membuatnya bertanya-tanya tentang dirinya sendiri. Buku ini juga menampilkan beberapa cerita pendek yang menambah warna dan nuansa kisah utama, seperti kisah "Dilan-da Asmara" oleh Titi Keke, yang menggambarkan romansa remaja yang sering menjadi inspirasi bagi banyak orang. Cerita-cerita ini menjadi pembanding dan penyeimbang, menunjukkan bahwa meskipun mungkin tidak se-romantis kisah Dilan, tetap sarat makna dan hikmah. ini merangkum perjalanan Lisa dan Rizal, serta pengaruh cerita-cerita pendek lainnya yang mencerminkan kisah serupa namun berbeda, membuat buku ini tidak hanya tentang romansa, tetapi juga tentang pertumbuhan dan pengertian diri.
Unduh untuk perangkat lain: