Seorang psikiater menghadapi kasus sangat langka. Seorang anak umur sepuluh tahun terindikasi sakit mental. Kepribadiannya bermasalah, ketagihan obat tidur, membunuh binatang piaraan dengan kejam. Mimpi-mimpinya begitu menjerat, tapi meneror, membuatnya kesulitan membedakan antara realitas dan khayalan. Bagaimana bisa anak sekecil itu mengalami hidup yang tampak mustahil? Apa dia bukan cuma pembohong yang sangat lihai memanfaatkan kepolosannya? Once Upon a Dream meledakkan kisah bencana pengasuhan, perundungan, trauma, sekaligus pertarungan menghadapinya dengan menumbuhkan kepercayaan dan kasih sayang. Penuturannya juga mengeksplorasi ide tentang pelarian diri, utopia, dan kemungkinan adanya realitas alternatif. Di tengah isu kesehatan mental, novel ini menggugah empati sekaligus memberi pandangan lebih dalam tentang kondisi mental pengidapnya.
Unduh untuk perangkat lain: