Alma berdiri di tepi jendela, menatap kota yang kini terasa asing. Di luar, hujan gerimis menyapa jalanan yang basah, sementara di dalam hatinya, ada perasaan yang sama: basah oleh kenangan yang sulit dihapus. Waktu berlalu, namun kenangan itu tetap menghantuinya, seperti bayang-bayang yang tak bisa ia hindari. Setiap langkah yang diambilnya terasa lebih berat, seolah masa lalu terus mengejarnya, memaksanya untuk mengingat setiap detil luka yang pernah ada.... baca selanjutnya di Novel Selamat Tinggal Masa Lalu....
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.