Penilaian tanah adalah kegiatan estimasi tentang nilai ekonomis suatu bidang tanah berdasarkan analisis terhadap fakta-fakta yang objektif dan relevan dengan menggunakan metode penilaian tertentu serta mengacu pada prinsip-prinsip penilaian yang berlaku. Nilai tanah ditetapkan untuk setiap bidang tanah, nilai tanah-nilai tanah untuk beberapa bidang tanah yang berdekatan atau berbatasan dan memiliki karakteristik yang serupa dalam satu zona nilai yang sama, dihimpun dalam zona nilai tanah (ZNT). Untuk memperoleh informasi nilai tanah, pemohon harus mengajukan permohonan secara tertulis dilampiri fotokopi sertipikat dan identitas diri, serta titik koordinat bidang tanah dimaksud. Informasi nilai tanah diberikan dalam bentuk tertulis. Informasi nilai tanah ini sebagai dasar untuk menentukan besarnya PNBP untuk setiap layanan pertanahan, termasuk PNBP dalam pencatatan pengalihan hak atas tanah karena jual beli. Buku ini memaparkan tentang penetapan harga jual beli tanah dan bangunan sebagai dasar pengenaan pajak penghasilan (PPh) dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), kelemahan-kelemahan pelaksanaan penetapan harga jual beli tanah dan bangunan sebagai dasar pengenaan pajak penghasilan (PPh) dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), serta gagasan rekonstruksi penetapan harga jual beli tanah dan bangunan sebagai dasar pengenaan pajak penghasilan (PPh) dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).
Penetapan Nilai Tanah Sebagai Dasar Pengenaan Pajak Dalam Jual Beli Tanah --- Buku Buku ini membahas mengenai penetapan harga jual beli tanah dan bangunan sebagai dasar pengenaan pajak penghasilan (PPh) dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB). Dalam bab pertama, penulis menjelaskan sekilas tentang pengenaan pajak dalam jual beli tanah, termasuk bagaimana penetapan harga jual beli tanah dan bangunan dapat menjadi dasar untuk menentukan besarnya pajak yang harus dibayarkan. Bab ini juga membahas prinsip-prinsip penilaian tanah serta prosedur pengajuan permohonan nilai tanah. Di bab kedua, buku ini memaparkan hukum perdata di Indonesia dan bagaimana hukum ini mempengaruhi penetapan harga jual beli tanah dan bangunan. Penulis menjelaskan eksistensi nilai jual objek pajak (NJOP) sebagai keputusan tata usaha negara, serta membahas kelemahan dalam pelaksanaan penetapan harga jual beli tanah dan bangunan sebagai dasar pengenaan BPHTB. Terakhir, bab ini membahas gagasan rekonstruksi penetapan harga jual beli tanah dan bangunan sebagai dasar pengenaan PPh dan BPHTB, dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan keadilan dalam sistem pajak. Buku ini diharapkan dapat menambah literasi hukum dalam perbuatan jual beli tanah dan bangunan, serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep negara kesejahteraan yang mengandung unsur sosialisme, kebebasan, kesetaraan hak, dan kekeluargaan dalam sistem hukum Indonesia.
Unduh untuk perangkat lain: