Rizqi adalah seorang remaja SMA yang penuh ambisi untuk mengejar cita-citanya sebagai musisi terkenal. Namun, hidupnya berubah ketika ia mengalami kejadian yang membangunkannya secara spiritual. Dalam perjalanannya, ia bertemu Aisyah, seorang gadis sederhana dengan keyakinan kuat, yang mengajarinya tentang pentingnya keikhlasan, doa, dan irama kehidupan dalam beribadah kepada Allah. Dengan segala rintangan, Rizqi mencoba menemukan harmoni baru dalam hidupnya tanpa melupakan mimpinya.
### --- Di tengah kehidupan remajanya, Rizqi, seorang pemuda berbakat dalam dunia musik, menghadapi persaingan antara cita-cita sebagai musisi dan kebutuhan untuk memperdalam ilmu agama. Dukungan ibunya, Bu Sarah, yang selalu memuji setiap lagu baru yang dimainkan Rizqi, menjadi semangatnya. Namun, ketika ayahnya memperdulikan kebutuhan spiritual Rizqi, remaja ini merasa tertekan. Masa kecil Rizqi, yang sering bermain musik bersama ibunya, menjadi momen penuh kenangan. Namun, ketika Rizqi berlatih bersama teman-temannya, ia merasa ada yang kurang, meski bermain dengan sempurna. Di malam yang sunyi, Rizqi mendengar adzan isya yang menenangkan dan merenungkan kehidupan. Di pagi hari, ia memutuskan untuk bangun lebih awal, menunaikan salat subuh berjamaah dengan ayahnya di masjid. Senyuman kecil dari Pak Ahmad menandai perubahan dalam hubungan mereka. Setelah itu, Rizqi terus mencari keseimbangan antara musik dan agama. Dia bertemu Aisyah, seorang gadis yang mengajarinya tentang keikhlasan, doa, dan irama kehidupan. Rizqi mulai mencari harmoni baru dalam hidupnya tanpa melupakan mimpinya sebagai musisi. --- Kata-kata ibunya, "Nak, tidak ada yang salah dengan mencintai musik. Tapi jangan sampai sesuatu yang kamu cintai membuatmu lupa pada Sang Pencipta. Cobalah cari keseimbangan," menjadi petunjuk bagi Rizqi dalam menghadapi tantangan. Melalui perjalanan spiritualnya, Rizqi berusaha menemukan keseimbangan yang memenuhi hatinya.
Unduh untuk perangkat lain: