Sejarah perkembangan ilmu geografi yang terkait dengan filsafat telah terjadi selama berabad-abad, dan telah melalui banyak perubahan dan evolusi. Berikut ini adalah beberapa tahap penting dalam perkembangan ilmu geografi yang terkait dengan filsafat: Masa Prasejarah: Sebelum adanya sistem tulis, masyarakat prasejarah sudah memahami dan memanfaatkan wilayah geografisnya untuk keperluan hidup sehari-hari. Mereka juga memiliki pemahaman tentang konsep-konsep geografi seperti garis lintang, garis bujur, dan sistem koordinat. Masa Yunani Kuno: Pemikir-pemikir Yunani Kuno seperti Pythagoras, Eratosthenes, dan Hipparchus telah memperkenalkan konsep-konsep geografi yang masih digunakan sampai sekarang, seperti sistem koordinat, proyeksi peta, dan teori rotasi bumi. Pemikiran-pemikir ini juga memiliki dampak besar pada filsafat, khususnya dalam pemahaman tentang struktur alam semesta. Masa Renaisans: Pada masa Renaisans, geografi mulai dipandang sebagai ilmu yang berdiri sendiri, bukan hanya sebagai cabang dari filsafat atau ilmu sosial. Pemikir- pemikir seperti Martin Waldseem
"Geografi Menggali Arti Sebuah Dunia" oleh Nanin Kusuma Buku "Geografi Menggali Arti Sebuah Dunia" merupakan penerbitan kedua yang diterbitkan oleh Raditeens Publisher pada Mei 2024. Dalam buku ini, penulis Nanin Kusuma memaparkan tinjauan ilmu geografi dengan mendalam dan menyajikan bagaimana geografi terkait dengan filosofi kehidupan. Buku ini mencakup penjelasan tentang sistem koordinat geografis, kartografi, geomatika, dan tokoh-tokoh berpengaruh dalam bidang geografi. Selain itu, buku ini juga membahas pendekatan positivisme, interpretatif, historisisme, dan evolusiisme dalam ilmu geografi, serta aplikasi ilmu geografi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bahasa yang mudah dipahami dan konten yang komprehensif, buku ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang geografi dan kontribusi filosofisnya terhadap pengetahuan manusia.
Unduh untuk perangkat lain: