Kamus bahasa Banggoi-Indonesia dalam tangan pembaca saat ini merupakan kamus dwibahasa. Kamus bahasa-Banggoi berupaya mendokumentasikan leksem-leksem bahasa Banggoi karena berdasarkan penelusuran Tim penyusun Kamus Bahasa Banggoi sejak tahun 2018 menunjukan bahwa jumlah penutur aktif bahasa Banggoi tersisa 4 orang. Empat orang tersebut merupakan satu keluaraga yang terdiri atas ibu, anak, menantu dan satu orang cucu. Leksem bahasa Banggoi dalam kamus ini disertai sistem bunyi atau pengujaran dan sistem penulisan yang disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia karena bahasa Banggoi belum mengenal sistem tulisan. Bentuk leksem/kata dituliskan pada urutan pertama, diikuti pengujaran dalam kurung 2 garis miring, diikuti simbol jenis kata nomina "n", verba "v", dan kata sifat "adj". kemudian deskripsi makna, dan diakhiri dengan contoh. abun/abun/n mengandung (hamil) mohnanam yaku--istri saya sedang hamil Selain itu, disusun juga 100 kalimat sederhana bahasa Indonesia yang disertai dengan terjemahan bebasnya dalam bahasa Banggoi, dan bentuk kosakata bahasa Banggoi. Contoh kalimat tersebut terutama penggunaan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, (1) anak kambing [bib anam], (2) hidung saya [ni luk], dan pemberian ayah [yaku yeye Idiba]. Wilayah bahasa Banggoi ini meliputi Desa Hoti dan Banggoi di Kecamatan Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku. Keberadaan bahasa Banggoi semakin lemah karean diapit oleh bahasa Geser-Gorom yang bermigarsi dari Gorom dan Kawasan Timur Pulau Seram yaitu dari Kecamatan Teluk Waru hingga ke Kilmuri. Selain itu ada juga penutur bahasa Jawa dituturkan oleh masyarakat Transmigran dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, dan juga bahasa Indonesia.
### Buku --- Alhamdulillah puji dan syukur saya haturkan kehadirat Allah Swt atas karunia dan petunjuk-Nya sehingga kita semua dapat melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta. Penerbitan Kamus Bahasa Banggoi-Indonesia ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan bahasa daerah di wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur. Pada bulan Agustus 2021, penutur bahasa Hote yang merupakan bahasa daerah di Desa Hote telah punah. Fakta ini mengingatkan bahwa tanpa tindakan pengumpulan dan penyusunan data bahasa daerah, banyak bahasa daerah lainnya di wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur dapat mengalami nasib serupa. Dalam rangka mengantisipasi semakin banyaknya bahasa daerah yang punah, Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur telah melakukan upaya melalui pemberlakuan Kurikulum Muatan Lokal (Kurmulok) Bahasa Daerah. Untuk memastikan data kebahasaan yang diperlukan, Dinas Pendidikan Kabupaten Seram Bagian Timur telah mengawali pendataan dan penyusunan kamus bahasa-bahasa daerah. Berdasarkan pendataan, terdapat sekitar 1000 kosakata dasar bahasa Hote yang berhasil didata. Selain itu, pendataan kosakata bahasa lain juga dilakukan seperti Bahasa Teor, Kesyui, Banggoi, Hote, Bati, Beun, Werinama, dan Bobut. Saya menyambut baik program ini dan berterima kasih kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Seram Bagian Timur yang telah memulai hal yang baik ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada tim pendataan dan penyusunan kamus ini yang telah bekerja secara baik sehingga kamus dapat diterbitkan. Semoga Allah Swt menyertai kita semua dalam upaya mencerdaskan dan menyejahterakan masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Timur. --- ### Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga --- Selama memimpin Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Seram Bagian Timur sejak tahun 2020, saya telah melakukan kunjungan kerja ke sekolah di seluruh wilayah dan berdialog dengan siswa, guru, serta orang tua siswa. Dalam dialog tersebut, saya menemukan bahwa banyak siswa di kampung-kampung tidak bisa berbicara menggunakan bahasa daerah secara baik, bahkan ada yang tidak bisa berbicara menggunakan bahasa daerah sama sekali. Meskipun kedua orang tuanya adalah penutur asli bahasa daerah, hal ini menunjukkan bahwa bahasa daerah di Kabupaten Seram Bagian Timur berada dalam kondisi menghawatirkan. Pada tahun 2020, laporan dari Pendidikan Daerah Seram Bagian Timur (PPKD-SBT) menyebutkan bahwa terdapat sekitar 9 bahasa daerah yang berhasil didata di Kabupaten Seram Bagian Timur, yaitu Bahasa Teor, Kesyui, Banggoi, Hote, Banggoi, Bati, Beun, Werinama, dan Bobut. Artikel di koran juga menyebutkan bahwa keberadaan bahasa-bahasa daerah di Provinsi Maluku dalam ancaman kepunahan. Dengan demikian, pendataan dan penyusunan kamus bahasa-bahasa daerah di Kabupaten Seram Bagian Timur sangat penting untuk mengantisipasi kepunahan bahasa daerah. Semoga program ini dapat berlanjut dan membantu dalam upaya pemeliharaan dan pengembangan bahasa daerah di wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur. --- Saya berharap informasi ini dapat memberikan wawasan yang komprehensif tentang isi buku dan visi di balik penerbitannya.
Unduh untuk perangkat lain: