Menurut Ibnu ‘Arabi, cinta adalah inti dari agama. Tuhan mencipta karena Dia berkehendak untuk dicintai, maka Dia menciptakan makhluk. Cinta adalah hakikat segala keberadaan, dimana kesatuan realitas disatukan dalam cinta. Hakikat eksistensi cinta adalah karakteristik Tuhan yang paling asli. Sementara cinta makhluk merupakan peneladanan terhadap sifat cinta yang dimiliki Tuhan. Bagi Tuhan, cinta menyebar secara absolut kepada segala sesuatu di dalam ciptaan, tanpa batasan, karena seluruh ciptaan secara esensial adalah indah dan cantik. Cinta menurut Ibnu ‘Arabi ditarik ke wilayah paling dasar ontologi, yakni sebagai dasar keberadaan segala sesuatu. Cinta merupakan ciri sentral eksistensi dan tugas manusia adalah melihat motif dibalik selubung lahiriah yang menutupi cinta sebagai dasar dari semuanya. Sebagai satu kesatuan dengan konsep wahdatul wujud, cinta menjadi titik pangkal dimulainya realitas wujud, sehingga menjadi titik sentral yang menyatukan seluruh wujud. Cinta menjadi alasan keberadaan wujud, dan cinta menjadi penggerak utama dalam gelaran maujud.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.