Dipukul, ditampar, dihina, atau direndahkan, pastilah akan membuat Anda merasa sakit hati. Anda ingin balas memukul, menampar, menghina, atau merendahkan orang tersebut. Agar hati plong! Puas! Tidak sakit sendiri! Biar dia tahu bagaimana rasanya disakiti! Tetapi, patutkah kita melakukan hal itu? Layakkah kita membalas serupa? Bolehkah kita balas memukul, menampar, atau merendahkan orang yang memperlakukan kita seperti itu? Pentingkah kita membalas dendam? Apa gunanya? Manfaatnya buat hati kita? Inilah buku tentang “FIQH SAKIT HATI” yang sungguh penting, unik, dan mengusung persoalan keseharian yang berdampak luar biasa terhadap kualitas hidup kita. Buku ini mendedahkan bagaimana sebaiknya dan idealnya Anda menyikapi rasa sakit hati akibat perilaku buruk orang lain, dan bagaimana cara melakukan “balas dendam” dengan benar. Buku ini menjawab secara gamblang segala pertanyaan Anda selama ini seputar balas dendam dan hukumnya, sehingga Anda akan memahami makna balas dendam yang sesungguhnya. Dituturkan dengan bahasa yang ringan, mengalir, bertema keseharian kita banget, buku ini akan membuat Anda mampu melihat masalah-masalah disakiti, dikhianati, dihinakan, dll., dari sudut pandang yang berbeda secara positif. Anda akan melek bagaimana sebaiknya melakukan “balas dendam” yang atas segala jenis rasa sakit Anda, yang dibenarkan, disahkan, dan tentu saja bermuatan positif untuk ketenteraman hati Anda. Bacalah buku tajam yang sangat inspiratif ini!
### Buku "Fiqh Sakit Hati" oleh Muhammad Muhyidin membahas tentang fenomena pembalasan dalam kehidupan sehari-hari, baik yang berupa kebaikan maupun keburukan. Melalui berbagai bab, penulis mendalami berbagai aspek dari pembalasan, mulai dari pengertian dan konsekuensinya hingga cara menghadapinya. Bab pertama membahas konsep dasar pembalasan, termasuk bagaimana pekerjaan balas-membalas dalam konteks kehidupan sehari-hari. Bab kedua mengeksplorasi alasan di balik pembalasan, baik yang dilakukan sendiri atau oleh orang lain. Bab ketiga dan keempat membahas sebab-sebab munculnya pembalasan, termasuk faktor emosional, kognitif, dan sosial. Bab kelima dan keenam mengamati bagaimana pembalasan berdampak pada emosi dan perasaan, serta mengapa hal ini sering kali tidak sesuai dengan harapan. Bab ketujuh dan delapan memberikan solusi dan saran untuk mengatasi fenomena pembalasan, fokusnya pada pentingnya memaafkan dan berbuat sabar. Dengan memahami materi dalam buku ini, pembaca dapat lebih bijak menghadapi dan mengelola situasi pembalasan dalam kehidupan mereka, baik dalam aspek pribadi maupun sosial.
Unduh untuk perangkat lain: