Sepenggal cerita anak manusia dalam menempuh kehidupan tertuang dalam buku My Diary. Dengan segenap hati dan jiwa berkelana, melewati lara menggapai cita. Tangis dan tawa, duka cita, mewarnai perjalanan hidup seorang anak manusia. "Terus semangat, jangan pernah berputus asa dalam berjuang mencapai cita-cita", adalah salah satu nilai yang bisa kita ambil dari buku ini. Sindiran dan cibiran akan menjadi motivasi bagi kita untuk terus berjuang dan berkarya apabila kita mampu menyikapinya secara bijaksana. Tidak hanya cukup dengan kedewasaan fisik dan mental saja untuk menjadikan diri kita bisa bertahan dalam menempuh kehidupan. Akan tetapi kedewasaan sosial, spiritual dan intelektual akan membentuk diri kita menjadi pribadi pribadi yang matang, tangguh dan mampu beradaptasi dalam segala kondisi. Bahasa sederhana dan kata bermakna menjadi ciri buku ini. Insya Allah buku ini akan memberikan mutiara hikmah bagi pembaca.
Ini berkah. Kalau tidak mau bangun biar aku ambilkan air di kaleng.” Suara bapak menyahut dari kamar mandi. Mendengar suara bapak, kami segera bangun. Bapak dan emak adalah pekerja keras yang rela banting tulang demi menghidupi kami delapan bersaudara. Meskipun hidup dalam keterbatasan ekonomi, mereka tidak pernah mengeluh. Bapak pensiun dari profesi TNI dan memulai usaha kecil-kecilan bersama emak. Cerita ini menggambarkan perjuangan dan kehidupan sehari-hari kami, mulai dari bermain di pematang sawah, menjalankan ibadah puasa, hingga kehidupan sebagai anak-anak yang selalu hidup rukun dan bekerjasama. Buku ini juga memaparkan perjalanan penulis dalam menggapai cita-cita, menghadapi berbagai kendala namun tetap optimis. ini menggambarkan kehidupan sekeluarga yang sederhana namun penuh makna, seiring dengan usaha keras dan cinta yang tak terbatas.
Unduh untuk perangkat lain: