mengapa kita yang peduli terhadap praktik politik harus menganggapnya serius? Manifesto ini adalah argumen untuk menghubungkan transformasi sosial dengan pembebasan individu, menunjukkan bahwa dua aspek perubahan besar tersebut dapat dihubungkan secara erat menggunakan psikoanalisis. Manifesto ini mengeksplorasi apa yang ada di luar kita, apa yang terus kita ulangi, apa yang mendorong dan menarik kita untuk tetap sama dan berubah, dan bagaimana fenomena tersebut ditransfer ke ruang klinis. * Ian dan David mengajak mereka yang dianggap sebagai “ahli” untuk menyikapi ekspresi kegelisahan, kemarahan, dan masalah pribadi, bukan sekedar untuk menciptakan manusia-manusia “normal” yang kemudian bisa lebih efektif untuk menjadi hamba sistem yang menindas, tanpa mengindahkan masalah yang jauh lebih besar dan masih merajalela. Dalam hal ini, Ian dan David berpendapat bahwa kapitalisme telah menjadi salah satu pemicu utama berbagai masalah psikis individu. Kapitalisme telah membuat banyak manusia terasing dari diri mereka sendiri. Soe Tjen Marching
Buku "Psikoanalisis dan Revolusi Psikologi Kritis Untuk Gerakan Pembebasan" oleh Ian Parker dan David Pavón-Cuéllar adalah sebuah manifesto yang mengkritisi peran psikologi dan kesehatan mental dalam sistem kapitalis yang menindas. Penulis mengungkap bahwa psikologi seringkali mengobati individu sebagai pasien, tanpa mengenali dan merespons penindasan yang nyata yang dialami oleh masyarakat. Konsep-konsep psikologis yang sederhana dan umum digunakan cenderung menyederhanakan dan membatasi pandangan kita terhadap kompleksitas kehidupan manusia. Ian dan David menyoroti bagaimana psikologi telah menjadi alat yang efektif dalam menopang kapitalisme, dengan menganggap pemberontak dan penentang sistem sebagai pasien yang harus diobati. Sebaliknya, psikoanalis lahir dari ketidakpuasan terhadap pendekatan psikologi yang menyalahkan individu dan mengabaikan struktur sosial yang menindas. Buku ini menawarkan perspektif alternatif yang mengajak pembaca untuk memahami dan merespons penindasan melalui kritis. Penulis mengajak kita untuk tidak lagi menganggap perasaan negatif seperti kegelisahan, kemarahan, dan kepedihan sebagai masalah individu, melainkan sebagai reaksi alami terhadap ketidakadilan sistem. Mereka menunjukkan bahwa penjajahan atau perbudakan yang sempurna adalah ketika individu bahagia dengan status budak, bahkan memuja dan membela penjajah. Buku ini menjadi alat untuk membangkitkan kesadaran dan menggalakkan gerakan pembebasan, di mana psikoanalis tidak lagi berfungsi sebagai penjinak, tetapi sebagai agen perubahan yang membantu individu mengenali dan mengatasi dampak penindasan terhadap kesehatan mental mereka.
Unduh untuk perangkat lain: