Dia menerawang kembali ke belakang ketika dia masih jadi orang biasa yang merasakan nikmatnya hidup walaupun tidur di atas ranjang beralaskan kasur lusuh tapi begitu nikmatnya melalui malam demi malam. Hatinya tenang dan selalu dekat dengan Allah. Nasi sudah menjadi bubur tidak bisa kembali mengulang kehidupan yang sudah berlalu. Dia sadar bahwa semua kemewahan yang pernah dia rasakan tidak membuatnya bahagia, malahan menjauhkan dia dari Rabbnya. Kemewahan dunia ternyata menyilaukan matanya. Mengubah gaya hidup sederhana menjadi hedonis yang menjerumuskan ke jurang kehancuran. (Uwoh Saepullah)
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.