Permasalahan karakter anak saat ini masih menjadi salah satu fokus pemerintah yang harus dituntaskan. Rendahnya nilai-nilai karakter yang ada di diri siswa berimplikasi pada banyaknya kasus kriminal yang terjadi pada anak di usia sekolah. Meski upaya pemerintah telah dilakukan melalui program Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) dan dilanjutkan dengan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), namun program-program tersebut masih belum memperlihatkan peningkatan yang signifikan. Disisi lain, data kasus kriminal pada anak juga masih tinggi, diantaranya adalah kasus perundungan, pornografi, kekerasan fisik dan kekerasan seksual baik secara offline maupun online. Terjadinya perundungan di SMA sangat berkaitan dengan pembentukan karakter di SMP, artinya jika pembentukan karakter saat siswa duduk di SMP tidak baik, maka karakter tidak baik tersebut akan dibawa hingga ke SMA dan berimbas pada terjadinya kasus-kasus yang tidak diinginkan.
### Buku ini membahas tentang "Hak Cipta dan Pendidikan Karakter Siswa SMP Studi di Kabupaten Labuhanbatu". Mulai dari definisi dan sifat hak cipta, pembatasan pelindungan hukum, dan sanksi pelanggarannya, buku ini menyajikan aspek hukum terkait hak cipta dengan jelas. Selain itu, buku ini juga menyelidiki nilai-nilai karakter siswa tingkat SMP di Kabupaten Labuhanbatu melalui studi empiris, memberikan wawasan yang mendalam tentang bagaimana karakter siswa dapat dibangun dan ditegakkan dalam konteks pendidikan. Dengan melibatkan penulis dengan latar belakang yang beragam, buku ini memberikan gambaran lengkap tentang pengertian, faktor-faktor yang mempengaruhi, dan pendekatan dalam pembentukan karakter siswa, serta implikasinya dalam praktik pendidikan di daerah yang diteliti.
Unduh untuk perangkat lain: