Sembari duduk, Sujiwo masih senyum-senyum menatap ponselnya. ia berkata dengan seloroh gurau kami biasanya, kalau di bawah sana tidak ada sinyal. Aku tertawa lepas, hingga tawaku berubah menjadi tangis yang tak tertahankan. Air mata mengalir deras di pipiku, bersama percikan hujan yang menerpa wajahku. Tak lama, aku pun tersadar dan bayangan Sujiwo pun memudar, hilang bersama rintik hujan Kurasa aku belum mampu menerima kepergiannya ketika penyakit jantung merenggutnya tujuh hari yang lalu.. Goresan pena rindu akan selalu ada untukmu nan jauh disana, semoga bisa berjumpa di tengah derasan arus cinta dengan akhir bahagia. Salam Literasi!
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.