Sembari duduk, Sujiwo masih senyum-senyum menatap ponselnya. ia berkata dengan seloroh gurau kami biasanya, kalau di bawah sana tidak ada sinyal. Aku tertawa lepas, hingga tawaku berubah menjadi tangis yang tak tertahankan. Air mata mengalir deras di pipiku, bersama percikan hujan yang menerpa wajahku. Tak lama, aku pun tersadar dan bayangan Sujiwo pun memudar, hilang bersama rintik hujan Kurasa aku belum mampu menerima kepergiannya ketika penyakit jantung merenggutnya tujuh hari yang lalu.. Goresan pena rindu akan selalu ada untukmu nan jauh disana, semoga bisa berjumpa di tengah derasan arus cinta dengan akhir bahagia. Salam Literasi!
Buku "Goresan Pena Rindu" adalah kumpulan sastra yang terdiri dari berbagai jenis, termasuk cerpen tiga paragraf (pentigraf), puisi, dan sajak. Penulis memilih tema desa sebagai fokus, berusaha membangun imajinasi yang loyal terhadap kekayaan dan keindahan alam Indonesia. Melalui kumpulan sastra ini, penulis berharap dapat membangkitkan hasrat masyarakat untuk ikut andil dalam pelestarian lingkungan desa. Buku ini juga bertujuan untuk menjadi alat motivasi awal bagi mereka yang ingin menulis dan membaca, terutama bagi para pemula. Dengan narasi yang menggambarkan kehidupan desa dan isu-isu lingkungan, kumpulan sastra ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya menjaga alam sekitar.
Unduh untuk perangkat lain: