Puisi dengan judul Senandung Cinta dalam Matematika ini menunjukkan luasnya rasa cinta penyair terhadap pelajaran matematika. Keluasan cinta itu bahkan tidak memedulikan kesulitan yang ia temukan selama mempelajarinya. Ia mencoba menekuni dan mencari celah untuk menelaah ilmu matematika dengan segenap kemampuannya. Hal ini dilakukan agar bisa mendongkrak pemahamannya tentang materi itu. Perkara matematika tak semudah mentransfer angka. Namun, demikian, keinginannya untuk bisa, selalu berhasil membuatnya mencoba dan mencoba berbagai cara untuk mamahami matematika. Rasa cinta yang tumbuh di sanubari untuk menguasai matematika tak cukup untuk menjadi modal baginya untuk menaklukkan matematika. Di akhir bait, tercantum bahwa saat ini, penyair menyadari bahwa espektasi cinta terhadap matematika tidaklah sesuai dengan kenyataan yang dihadapi. Kegagalan menaklukkan matematika, membuatnya perlahan menjauh dari dinamika matematika bersama rumus-rumus yang ada.
### Buku Buku "Senandung Cinta dalam Matematika" adalah kumpulan puisi hasil karya tiga belas penyair remaja yang mengalami jatuh bangun, merasakan pahit, manis, dan getirnya romantisme cinta kepada mata pelajaran matematika. Awal mula penulisan antologi ini adalah rasa cinta dan curahan hati pada matematika yang kadang memusingkan, menjengkelkan, membosankan, tetapi kadang mengasyikkan dan membuat hati ini penasaran akan sesuatu yang akan dicari jawabannya. Ungkapan hati itu dirangkum dalam bentuk kata demi kata, bait demi bait, dan terkumpullah menjadi puisi. Buku ini menghadirkan perasaan yang beragam, mulai dari senang, sedih, ceria, hingga berduka, yang menghiasi perjalanan panjang hidup ini. Mereka datang silih berganti, menggambarkan dinamika perasaan yang dialami oleh para penyair dalam menghadapi cinta dan matematika. Buku ini menjadi teman sejati di kala sepi, kekasih di kala rindu, dan setetes embun di kala dahaga, memberikan pesan yang mendalam tentang ketulusan hati dalam berkarya.
Unduh untuk perangkat lain: