Bu Asmi, pemilik kantin sekolah yang selalu sibuk, diam-diam memperhatikan setiap siswa yang datang dan pergi. Di balik kehangatan makanannya, dia menyimpan banyak cerita tentang anak-anak yang sering mampir ke kantinnya. Naufal, siswa yang terkenal bandel dan sering berulah, adalah salah satu yang paling sering terlihat di sana. Namun, di mata Bu Asmi, Naufal bukan hanya anak nakal, ada sesuatu yang disembunyikan di balik sikapnya yang keras.
KANTIN SEkolah Kehangatan di Ruang Pertemuan Informal Sinar matahari pagi menyelimuti halaman sekolah dengan cahaya hangat, menciptakan suasana yang segar dan menjanjikan. Di sudutnya terdapat kantin sederhana namun penuh kehangatan, tempat di mana Bu Asmi, seorang guru tata usaha yang ramah, menyambut setiap siswa dengan senyum hangat. Kantin bukan hanya sebagai tempat makan, tapi juga ruang pertemuan informal di mana siswa berbagi cerita, menyelesaikan PR sulit, atau membincangkan film terbaru yang mereka tonton. Bisa dilihat dari aroma teh manis segar dan wangi telur dadar yang menggoda selera, kantin Bu Asmi menjadi pusat kehangatan yang tak ternilai. Buku ini memaparkan serangkaian cerita yang diambil dari pengalaman nyata di kantin sekolah. Setiap chapter merangkum peristiwa-peristiwa yang menarik dan penuh makna, dari rasa haru hingga doa penuh syukur. Penggambaran detail tentang suasana kantin, interaksi siswa dengan Bu Asmi, serta isu-isu kehidupan sehari-hari di sekolah membangun gambaran lengkap tentang kehangatan dan pengertian dalam komunitas pendidikan. Buku ini menggambarkan kehidupan di kantin sekolah melalui cerita-cerita nyata yang menarik. Setiap chapter membawa pembaca pada peristiwa-peristiwa yang penuh makna, dari kehangatan hingga rasa syukur.
Unduh untuk perangkat lain: