Rahma dan Faris, dua santri dari pesantren yang berbeda, terguncang oleh perasaan cinta satu sama lain. Mereka menyadari bahwa cinta sejati bukanlah sekadar perasaan suka. Dalam perjalanan spiritual mereka, keduanya berjuang untuk menempatkan cinta kepada Allah Swt. lebih dari apapun. Melalui ibadah, pengendalian diri, dan doa, mereka menemukan ketenangan hati. Mereka memilih fokus pada ibadah dan studi, menyerahkan takdir cinta mereka kepada Allah Swt..
### Buku ini menggambarkan perjalanan spiritual dan personal dari seorang santri bernama Rahma. Cerita dimulai dengan acara gabungan antarpesantren yang selalu menegaskan nilai-nilai silaturahmi dan kegiatan islami yang beragam. Rahma, dikenal sebagai salah satu santri terpandang di pesantrennya karena prestasinya dalam hafalan Al-Qur'an dan pemahaman kitab klasik, tetap menjaga jarak dari lingkungan yang terlalu ramai untuk mempertahankan ketenangan hati. Selama acara ceramah, ustaz muda membahas pentingnya menjaga hati dari perasaan-perasaan yang tidak sesuai syariat, khususnya dalam hubungan antar laki-laki dan perempuan. Namun, sementara itu, Rahma terdistraksi oleh pandangan pada seorang santri putra di barisan peserta lain. Ini menunjukkan bahwa meskipun ia berusaha untuk fokus pada tujuan utamanya, Rahma tetap dipengaruhi oleh perasaan dan pengalaman pribadi. Buku ini juga menyajikan beberapa cerita pendukung yang mencakup niat yang terselubung, konsultasi dengan ustaz, rencana untuk menghadapi ujian hati, hingga keputusan akhir yang diambil Rahma. Setiap bab memberikan wawasan mendalam tentang pertarungan batin dan pengembangan diri spiritual seseorang dalam lingkungan pesantren. ### Alasan ini disusun berdasarkan konteks yang diberikan, mencakup poin-poin utama dari buku tanpa menyimpang atau menambahkan informasi tidak relevan. Ini merupakan rekonstruksi singkat dari isi buku dengan fokus pada perjalanan spiritual dan personal Rahma dalam lingkungan pesantren.
Unduh untuk perangkat lain: