Zuhaira dan Aiman telah menikah selama 10 tahun namun belum dikaruniai anak. Saat Zuhaira didiagnosis gagal ginjal, ia mencarikan istri kedua untuk Aiman, Azalea, seorang perempuan salihah. Namun, Azalea meninggal dalam kecelakaan dan mendonorkan ginjalnya kepada Zuhaira. Setelah melewati berbagai cobaan, Zuhaira akhirnya hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Azlan untuk mengenang Azalea. Mereka hidup bahagia, menyadari bahwa takdir Allah Swt. selalu indah.
### Buku ini menggambarkan perjalanan hidup Zuhaira, seorang ibu yang mengalami tantangan mendalam setelah pergi bersama Azalea, anaknya yang meninggal dalam usia dini. Zuhaira diceritakan menghadapi rasa kehilangan yang mendalam, sering merindukan kehadiran anaknya dan momen-momen sehari-hari yang pernah ditempuh bersama. Meskipun yakin bahwa takdir Allah Swt. adalah yang terbaik, Zuhaira tidak bisa menghindari perasaan sepi dan hampa yang sering melanda, terutama pada malam-malam tanpa anaknya. Perjuangan Zuhaira untuk pulih dari kehilangan tersebut diceritakan dengan detil, termasuk pertemuan pertamanya dengan Azalea (sebuah simbol atau bayangan dari anak yang telah meninggal), dan bagaimana ia mulai mencari makna baru dalam kehidupannya. ini menguraikan perjalanan Zuhaira dari menyalahkan diri sendiri hingga akhirnya menerima takdir dan menemukan kebahagiaan kembali, meskipun dalam keadaan baru. Buku ini memberikan gambaran mendalam tentang kehidupan seorang ibu yang telah mengalami kehilangan yang mengerikan dan bagaimana ia berjuang untuk terus berhidup dan menerima realita hidupnya. ini mencakup berbagai momen penting dalam perjalanan Zuhaira, mulai dari permulaan perjuangannya, hingga pengalaman yang paling menyakitkan dan berarti bagi Zuhaira, dan akhirnya, bagaimana ia menemukan kedamaian dan kebahagiaan baru.
Unduh untuk perangkat lain: