Bersamaan dengan hari kematian ayahnya, Astrid menemukan sebuah kamera lawas milik sang ayah. Astrid mengotak-atik kamera tersebut, memfokuskan matanya pada jendela bidik dan mengarahkannya ke pigura-pigura yang dipajang di atas meja. Namun, bukannya mendapatkan hasil foto yang diinginkan, Astrid malah terseret masuk ke tahun 1998, tepatnya di depan rumah kakek dan neneknya. Lebih mengejutkannya lagi, ia bertemu dengan ibu dan ayahnya yang masih muda. Rindunya pada sang ayah semakin membuncah dan keinginan memeluknya begitu tinggi. Namun, Astrid sadar bahwa ia berasal dari dimensi waktu yang berbeda. Ia menganggap perjalanan waktu ini sebagai kesempatan kedua bertemu dengan ayahnya yang telah meninggal. Berbagai kejadian di tahun 1998 membuat Astrid memahami apa yang sebenarnya terjadi antara ayah dan ibunya, bagaimana karakter mereka, dan alasan mengapa Astrid tidak terlalu dekat dengan ayahnya.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.