[Sang Pelukis] Ia menelanjangi benaknya dengan inspirasi, memberi kehidupan pada kanvas itu setengah jadi, melahirkan insan fiksional menawan yang akan meludahinya dengan beribu-ribu lembar uang kertas. [Sang Penyair] Ia ingin segera mencalonkan diri sebagai penyair andalan kepada orkestra-orkestra elit tersebut, yang dapat memberinya nafkah hanya dalam tiga atau bahkan empat kali lidahnya bersyair dalam merdu yang terpadu. Lukisan dan orkestra. Keduanya adalah metafora karya seni. Akankah mereka bersinergi atau justru menimbulkan friksi? Kisah
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.