Ibu kian tampak beria selepas kematian Bapak, seumpama juga seorang dara yang tengah kembali jatuh cinta setelah berkali-kali patah hati. Bahkan, ia tak bersedih bak para kekasih yang enggan ditinggalkan. Aku yang tak lagi menangis bila putus layang-layangku ketika Bapak diarak menuju pekuburan, tak pernah bertanya mengapa Ibu demikian tega.
### Di telinga lelaki tersebut, ramalan dari tahun-tahun lalu masih terus terngiang, membuatnya merasa tersesat, tak peduli di mana ia berada. Meski ia berusaha meyakini bahwa ramalan itu keliru, kenyataan nyata membuatnya merasa koyak dan terasing. Dalam heningnya, ia merindukan kehangatan persahabatan, termasuk seekor anjing setia yang pergi meninggalkannya. Suatu malam, ia terjaga dan melihat langit pagi yang gelap dan terasa suram. Waktu terasa memuai, dan ia mendengar berbagai bahasa yang ramai di luar. Pada akhirnya, ia menemukan dirinya tersesat di gang suram, mimpi yang jarang terjadi dalam beberapa malam ini. Dalam mimpi tersebut, ia merasakan tubuh yang lelah dan terbasuh peluh, mendengar deru knalpot yang melenguh panjang, dan merasakan hawa dingin yang membebani tubuhnya. ini mencerminkan perjalanan emosional lelaki tersebut, dari kesepian hingga kesedihan yang mendalam, yang ia alami di antara mimpi dan kenyataan.
Unduh untuk perangkat lain: