Konsep rezeki bagi sebagian orang masih saja sering terbatas padakekayaan materi. Baik itu berupa penghasilan, bisnis, jabatan, rumah, tanah, kendaraan,perhiasan dan hal yang bersifat kebendaan lainaya. Padahal, rezekl itu sangatlah luas.limu yang bertambah, keamanan dan kenyamanan tempat dimana kita tinggal, kesehatan fisik dan mental, ketenangan hati, kemudahan dalam menjalankan ibadah dan aktifitas positif lainnya, nama baik yang masih terjaga di masyarakat, eratnya hubungan silaturahmi dengan keluarga dan tetangga, serta banyaknya sahabat, semuanya termasuk rezeeki Terlepas dari apapun rezeki yang kita terima, semuanya punya pola. Pola inilah yang juga ditulis oleh ke 13 penulis dalam buku ini. Buku yang sedang Anda baca ini berisi pengalaman mereka dalam mendapatkan kejutan rezeki yang disarikan daalam satu buku. Sebagaimana kita ketahui pengalaman adalah guru terbaik bagi kita,namun jika hanya melihat pengalaman hidup kita tentunya jadi sangat terbatas. Mengingat Ikita hanya hidup dalam beberapa puluh tahun saja. Ketika kita mampu belajar dari pengalaman banyak orang maka bisa jadi kita mendapatkan guru dengan pengalaman ratusanbahkan ribuan tahun. Rezeki blasanya berhubungan langsung dengan kepantasan diri kitta dalam menerimanya Jika saat ini kita sedang dalam kondisi yang tidak baik dan sangat mengharapkan datangnya rezeki, marilah kita memantaskan diri agar sang Maha Pemberi Rezeki menilai kita pantas mendapatkan apa yang kita inginkan Semoga dengan membaca buku ini menjadi salah satu ikhtiar kita daalam proses menjemput rezeki yang berkah. Aamiin.
Buku ini berisi pengalaman 13 sahabat yang menyajikan rencana rezeki yang tak terduga. Mereka menekankan bahwa pengalaman hidup bisa menjadi guru yang luar biasa, namun jika kita mampu belajar dari pengalaman banyak orang, kita dapat mendapatkan "guru" dengan pengalaman ribuan tahun. Konsep ini dihitung dengan rumus 40 orang x 25 tahun pengalaman hidup = 1000 tahun pengalaman hidup. Penulis memilih judul "Kata Pemantas" karena keyakinan bahwa petunjuk ini dapat terinstal dalam benak pembaca. Rezeki, menurut mereka, selalu berhubungan dengan kepantasan diri dalam menerimanya. Buku ini juga menyuarakan bahwa rezeki tidak hanya terbatas pada kekayaan materi, tetapi juga mencakup hal-hal seperti ilmu, kesehatan, keamanan, dan nama baik. Berbagai penulis, seperti Windita Aprilia, Najah Fillah, Siswoyo, J.K. Tunggal, Prilla Oktavienna, Fandi Astami Siregar, dan Ummu Fath, memberikan cerita dan hikmah mereka mengenai rencana rezeki. Mereka menekankan bahwa rezeki akan datang jika kita bersabar, mengantarkan diri sendiri dari kondisi saat ini ke yang lebih baik, dan selalu berdoa serta melakukan sedekah. Buku ini mengajak pembaca untuk memahami bahwa rezeki memiliki pola, dan bahwa setiap rezeki yang kita terima memiliki makna tersendiri. Dengan memahami konsep ini, kita dapat menjalani hidup lebih indah dan bermakna.
Unduh untuk perangkat lain: