Buku geografi ini memaparkan faktor-faktor yang berdampak pada bencana di pesisir dan tinjauan tingkat kerentanan guna mengetahui besarnya kontribusi berdasarkan aspek hidro-oseanografi maupun sosial ekonomi. Wilayah pesisir merupakan wilayah yang paling rentan terhadap perubahan iklim. Hal ini disebabkan karena pesisir merupakan wilayah peralihan ekosistem darat dan laut di mana saling mempengaruhi. Daerah pesisir Kabupaten TTS memiliki kerentanan terhadap kenaikan muka air laut pada kategori sangat rendah, rendah, sedang hingga tinggi. Wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi secara fisik merupakan wilayah dataran rendah dengan kondisi pantai yang rapuh dari segi tutupan lahan. Bukit karts yang merupakan ciri khas pesisir Kabupaten TTS menjadi ancaman bagi kehidupan masyarakat pesisir. Masyarakat yang tinggal di areal perbukitan pesisir antara lain wilayah pesisir Kolbano dan Oetuke serta pada area marine yakni pesisir Tuafanu, Kualin dan Oni perlu menjadi wilayah fokus dan prioritas dalam upaya pengembangan wilayah pesisir. Hal ini disebabkan tingkat kerentanan yang tinggi secara fisik maupun sosial ekonomi. Berikut Daftar Isi Buku Geografi berjudul Isu Permasalahan Pesisir: Kebencanaan dan Kerentanan di Wilayah Pesisir, diantaranya: Menyimak Kondisi Kawasan Pesisir Isu Permasalahan Pesisir Respons, Konsep, Dan Besaran Bencana Kenaikan Muka Laut Eksplorasi Kerentanan Pesisir Mitigasi Dan Adaptasi Dan Penguatan
### Buku "Isu Permasalahan Pesisir Kebencanaan dan Kerentanan di Wilayah Pesisir" merupakan karya bersama Ludgardis Ledheng, Marce Sherly Kase, dan Emanuel Maria Yosef Hano'e. Buku ini menjelaskan berbagai isu yang dihadapi oleh wilayah pesisir, termasuk kebencanaan dan kerentanan yang diakibatkan oleh penambangan pasir dan batu, perubahan iklim, dan perubahan letak perairan. Pada bab pertama, dibahas tentang aktivitas penambangan pasir dan batu yang mempengaruhi kawasan pesisir. Bab kedua menyajikan isu-isu utama yang dihadapi oleh wilayah pesisir, termasuk ancaman sumber daya alam, kejadian ekstrem alamiah, kependudukan, sosial, dan ekonomi. Bab ketiga membahas tentang bencana kenaikan muka laut, termasuk respons terhadap bencana, konsep dan besaran bencana. Bab keempat menggali lebih dalam tentang kerentanan pesisir melalui Coastal Vulnerability Index (CVI) dan Social Vulnerability Index (SoVI). Terakhir, bab kelima membahas tentang mitigasi, adaptasi, dan penguatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi isu-isu tersebut. Buku ini merupakan upaya komprehensif untuk memahami permasalahan pesisir dan mencari solusi terhadap isu-isu yang dihadapi.
Unduh untuk perangkat lain: