Permasalahan pendidikan kecakapan vokasional di Pesantren merupakan permasalahan yang belum terpecahkan sejalan dengan kompleksitas perubahan lingkungan, baik dalam sisi implementasi dan evaluasi terutama berkaitan dengan peningkatan keterampilan. Uji kasus ini memiliki tujuan umum untuk mendeskripsikan, menggambarkan, dan menghasilkan model hipotetik pendidikan kecakapan vokasional di Pondok Pesantren dan memiliki tujuan khusus untuk mendeskripsikan, menggambarkan, dan menganalisis tentang (a) Pendidikan kecakapan vokasional, (b) Proses implementasi pendidikan kecakapan vokasional, (c) Evaluasi implementasi pendidikan kecakapan vokasional, (d) Kemitraan yang dilaksanakan, (e) Tuntutan dan harapan pendidikan kecakapan vokasional dalam peningkatan keterampilan, (f) Masalah-masalah yang dihadapi dalam implementasi pendidikan kecakapan vokasional dan (g) Upaya dan langkah antisipatif yang dilakukan. Grand Teory dalam uji kasus ini menggunakan (1) Teori manajemen modern dari Maslow (1943) dan (2) Teori Pendidikan Vokasional dari Proser (1950) dan Dewey (1915). Prosedur uji kasus yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Tekhnik pengumpulan data dilakukan dengan (1) Observasi, (2) Wawancara dan (3) Dokumentasi. Hasil uji kasus menunjukan bahwa (1) Pendidikan kecakapan vokasional di Pondok Pesantren masih kurang efektif, (2) Tahap implementasi kecakapan vokasional di pondok pesantren belum sesuai dengan kebijakan pemerintah, (4) Tahap evaluasi di pondok pesantren belum efektif, (5) Kemitraan yang dilakukan Pondok Pesantren dengan DUDI dan Pemerintah masih kurang maksimal,(6) Tuntutan dan harapan dari masyarakat agar terciptanya pendidikan kecakapan vokasional di Pesantren yang berkualitas belum semuanya terpenuhi sehingga harapannya santri setelah lulus belum memiliki keyakinan dan kepercayaan diri untuk peningkatan keterampilannya, (7) Permasalahan yang dihadapi dalam implementasi pendidikan kecakapan vokasional yang paling utama adalah belum tersedianya SDM yang benar-benar menguasai pendidikan kecakapan vokasional, sehingga proses pembelajaran kurang maksimal, (8) Upaya dan langkah antisipatif yang dilakukan oleh Pesantren dalam menanggulangi masalah SDM atau tutor yang kurang profesional adalah mengusahakan akses pelatihan atas program-program pelatihan kecakapan vokasional untuk Tutor. Kesimpulan dalam uji kasus ini menunjukan bahwa pendidikan kecakapan vokasional dalam upaya meningkatkan keterampilan di Pondok Pesantren masih kurang maksimal. Hal ini terbukti bahwa lulusan pesantren hanya sedikit yang memiliki keterampilan. Pendidikan kecakapan vokasional di pesantren lebih cenderung memberikan teori dibandingkan praktek sehingga stategi pembelajaran yang diberikan kurang komprehensif, inovatif, dan kreatif.
singkat buku "Pendidikan Keahlian Vokasional di Pesantren" oleh Dr. Retno Anisa Larasati, S.E., M.M., dapat disajikan sebagai berikut --- Buku Buku "Pendidikan Keahlian Vokasional di Pesantren" menyajikan pemahaman yang mendalam tentang pendidikan keahlian vokasional di lingkungan pesantren. Mulai dari filosofi dan teologi, teori manajemen dan pendidikan, hingga konsep pendidikan dan keterampilan, buku ini menggali aspek-aspek penting yang mendukung pembentukan keahlian vokasional di pesantren. Selain itu, buku ini juga membahas skala instrumental dan strategi uji kasus untuk mengukur dan mengevaluasi keahlian vokasional yang dijalankan di pesantren. --- ini memberikan gambaran umum tentang isi buku tanpa menyebutkan detail spesifik untuk memenuhi permintaan untuk sinopsis singkat yang sesuai dengan cover belakang buku.
Unduh untuk perangkat lain: