Dalam tulisan ini mengulas unsur multikulturalisme dalam bentuk ornamen pada bangunan-bangunan di area Karaton Yogyakarta, di mana ornamen-ornamen tersebut dibuat dengan memadukan berbagai unsur kebudayaan seperti budaya Jawa dengan budaya Hindu-Budha, Barat (Eropa), Tionghoa (Cina), dan Islam Kejawen. Ornamen-ornamen tersebut menunjukkan bahwa Karaton Yogyakarta memiliki nilai-nilai multikultur, yang dibuktikan dengan sikap menerima keberagaman, saling menghormati dan menghargai, serta menjunjung nilai toleransi. Ornamen merupakan media komunikasi visual dari hasil multikulturalisme yang dilatarbelakangi oleh kepentingan sosial, budaya, politik, dan sejarah. Negara Indonesia memiliki berbagai jenis budaya yang hadir di tengah-tengah masyarakatnya, hingga menjadikan Indonesia sebagai bangsa multikultural terbesar di dunia, dengan julukan ‘negara sejuta keberagaman’. Keberagaman ini bahkan sudah terjadi sejak era Kerajaan Majapahit hingga Kerajaan Mataram. Kebudayaan di Indonesia berpotensi mengalami perkembangan karena memiliki beragam suku dengan ciri khasnya masing-masing. Perwujudan multikultur di Indonesia dapat ditemukan di setiap daerah di Indonesia dalam bentuk budaya, adat istiadat, bahasa, sejarah, lagu daerah, kuliner maupun bentuk rumah. Yogyakarta merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki cerita sejarah yang panjang sejak dibangunnya Karaton Ngayogyakarta Hadingrat (Karaton Yogyakarta) dua setengah abad yang lalu. Yogyakarta juga merupakan penerus Kerajaan Mataram. Keberadaan Karaton Yogyakarta berperan penting dalam sebuah kerajaan. Karaton Yogyakarta mengalami titik kurun waktu budaya yang panjang dan setiap kurun waktu tertentu memiliki budaya dengan identitasnya masing-masing. Buku Budaya berjudul Buku Komunikasi Visual Multikulturalisme Pada Ornamen terdiri dari beberapa pembahasan, diantaranya: Multikulturalisme Di Indonesia: Sejarah, Konsep, Dan Simbol Ornamen Dan Multikulturalisme Identifikasi Prinsip Komunikasi Visual Multikultur Pada Ornamen Di Bangunan Keraton Yogyakarta Dan Keraton Yogyakarta Mengidentifikasi Komunikasi Visual Multikultur Pada Ornamen Di Bangunan Keraton Yogyakarta
### Buku "Komunikasi Visual Multikulturalisme Pada Ornamen" oleh Sri Wahyuning Septarina merupakan sebuah kajian mendalam tentang bagaimana multikulturalisme tercermin dalam ornamen-ornamen seni di Indonesia, khususnya di Yogyakarta. Buku ini mengeksplorasi bagaimana ornamen-ornamen yang berakar dari budaya setempat (budaya Jawa) dapat berinteraksi dengan ornamen-ornamen dari budaya luar, dan bagaimana sikap toleransi dari Sultan Hamengku Bhuwana, pemilik keraton, dalam menerima pengaruh positif dari dunia luar tanpa mengurangi identitas budaya Jawa. Penulis menunjukkan bahwa penggunaan ornamen-ornamen dari luar, seperti yang ditemukan dalam bangunan istana Jawa, merupakan bentuk perpaduan budaya yang mencerminkan sikap toleran dari pemegang kuasa. Buku ini juga menjelaskan pentingnya multikulturalisme dalam konteks Indonesia sebagai negara multi-kultur, yang memiliki kebudayaan yang begitu beragam dan dinamis. Berdasarkan UU No 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta, buku ini juga membahas tentang hak cipta dan sifat hak ekonomi, serta pembatasan pelindungan hak cipta yang berlaku. Penulis menekankan bahwa penggunaan ornamen-ornamen dalam konteks komersial harus memperhatikan aspek hukum dan etika. Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi yang bermanfaat bagi pembaca, khususnya bagi mereka yang tertarik dengan komunikasi visual, seni ornamen, serta nilai-nilai multikulturalisme. Semoga karya ini dapat memberikan wawasan tentang pentingnya perpaduan budaya dalam kehidupan masyarakat modern.
Unduh untuk perangkat lain: