PERJUMPAAN dengan narasumber khususnya dan masyarakat umum merupakan kerinduan dan sekaligus menjadi bagian dari profesi sebagai jurnalis. Berjumpa dengan narasumber, baik yang lama maupun yang baru, selalu memberikan kesan, inspirasi, motivasi dan tentu saja bahan yang menarik untuk kemudian ditulis atau sebagai referensi. Sedangkan berjumpa dengan sesama di masyarakat umum, dapat diistilahkan sebagai srawung, kiranya merupakan kebutuhan umum setiap insan. Secara khusus, juga kebutuhan bagi jurnalis.
Buku ini berfokus pada perjumpaan dan interaksi antar individu sebagai sumber inspirasi dan pelajaran hidup. Penulis, seorang jurnalis yang masih aktif, memaparkan bagaimana setiap perjumpaan, baik di lingkungan profesional maupun masyarakat umum, dapat menjadi bahan tulisan, fakta, opini, atau fiksi. Perjumpaan ini tidak hanya memberikan wawasan dan pengalaman, tetapi juga menyediakan peluang untuk belajar dan berkarya. Penulis menggambarkan perjumpaan dengan berbagai usia, elemen, dan kondisi sebagai peluang untuk memperluas wawasan dan bekal hidup. Dalam konteks ini, penulis menyoroti bagaimana perjumpaan dengan individu dari berbagai latar belakang dapat memberikan pelajaran berharga dan inspirasi yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Buku ini juga membahas upaya preventif terhadap kenakalan remaja, seperti Gerakan Ibu Memanggil yang dilakukan oleh ibu-ibu PKK, Muslimat, Aisyiah, dan organisasi-organisasi lainnya. Kapolda DIY DIY juga mengambil langkah-langkah preventif, termasuk deteksi inteligen dan patroli bersama masyarakat, untuk mengurangi kasus kenakalan remaja. Penulis menekankan bahwa perjumpaan dan interaksi antar individu, sebagaian besar, memiliki makna dan nilai yang signifikan. Dengan demikian, buku ini diharapkan dapat memberikan inspirasi, motivasi, dan wawasan bagi pembaca dalam menjalani kehidupan.
Unduh untuk perangkat lain: