Acaranya selesai, tapi perasaannya baru dimulai. * Masuk di SMA yang sama dengan Ali, Caca jadi harus banyak bersabar. Kenal sedari SMP dan sering cari ribut, Ali selalu berhasil membuat Caca naik darah. Entah sepatunya disembunyikan, kuncirannya dilepas, sampai slayer kuning PMR kebanggaannya dicuri. Caca benci Ali. Ali benci Caca. Begitu katanya. Namun, saat kembali bertemu sebagai ketua Pramuka dan ketua PMR, Ali dan Caca mau tidak mau harus bekerja sama demi ekskul mereka. Begitu waktu terlewati, Ali tak pernah sadar bahwa ia selalu ingin melindungi Caca yang selalu siap mengobatinya. Karena memang seperti itu, ketika Siamo Tutti Fratelli, bertemu dengan Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan. * Caca: “Ali jelek!” Ali: “Caca jelek.” Caca: “Ali!” Ali: “Caca!” Caca: “Ali!” Ali: “Ganteng.”
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.