Lakon ini menceritakan Kamal yang bertahun-tahun bekerja sebagai Awak Kapal Perikanan Migran bersama dengan kakaknya, Bagio. Sebelum menikahi istrinya, Seruni, ia berjanji akan berhenti bekerja sebagai awak kapal dan menjalani pekerjaan di daratan. Namun, janji itu ia langgar. Setelah tiga tahun pernikahan, Kamal masih terus bekerja sebagai awak kapal dengan alasan perbaikan ekonomi yang nyatanya tidak kunjung membaik, entah karena gaji yang kecil atau gaji yang terlambat dibayarkan hingga berbulan-bulan lamanya.
Berikut adalah sinopsis singkat buku "Pulang ke Palung" oleh Indah Mustika Santhi, yang dirancang untuk cover belakang buku --- Berbasis peristiwa nyata, "Pulang ke Palung" menggali isu-isu kelautan di Indonesia melalui narasi yang mendalam. Buku ini mempertanyakan peran negara dalam perlindungan pekerja migran dan kedaulatan laut, sekaligus menelusuri jejak masyarakat bahari dan sejarah kebudayaan maritim Indonesia. Isu-isu penting seperti perlindungan awak kapal, kebijakan hukum, dan praktik kerja paksa di sektor kelautan menjadi fokus utama. Penulis menunjukkan bagaimana kondisi kerja yang buruk, minimnya pendidikan, dan kemiskinan mendorong banyak masyarakat pesisir untuk menjadi pekerja migran. Buku ini mengajak pembaca untuk memahami dinamika sosial dan ekonomi di sektor kelautan, serta mengingatkan pentingnya perlindungan hukum bagi pekerja migran dan pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan. --- ini mencakup beberapa aspek utama yang disinggung dalam buku, termasuk konteks sosio-ekonomi, isu hukum dan perlindungan, serta tujuan penulis dalam menulis buku ini.
Unduh untuk perangkat lain: