Setiap manusia, pada saat-saat tertentu, pasti akan mengalami peristiwa-peristiwa dukacita. Dukacita bisa membuat pribadi/keluarga yang berduka merasa tidak berdaya, seakan tiada ruang untuk mengungkapkan rasa duka yang dialami sehingga kondisi psikis yang bersangkutan menjadi tidak stabil. Untuk menguatkan dan memulihkannya diperlukan pendampingan pastoral, baik ketika peristiwa dukacita itu terjadi maupun pascadukacita. Penulis adalah Diakones HKBP yang telah melihat dan menggumuli pentingnya konseling pastoral pascadukacita, terlebih dukacita akibat pandemi COVID-19 yang baru saja berlalu. Tentunya kita tidak mengharapkan situasi separah pandemi akibat virus Corona itu terjadi lagi. Namun, dukacita bisa terjadi setiap waktu, tanpa bisa dihindari. Karenanya, pendampingan pastoral pascadukacita senantiasa diperlukan.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.