Bela diri merupakan usaha mempertahankan diri yang sudah dikenal dari zaman dahulu. Upaya bela diri yang umum ada di Indonesia adalah pencak silat. Setiap aliran pencak silat memiliki latar belakang sejarah dan pembentukan yang berbeda-beda. Itulah yang membuat tiap aliran pencak silat memiliki kekhasan dan keistimewaannya masing-masing. Persilatan merah Putih merupakan hasil penelitian terhadap salah satu aliran pencak silat, yaitu Merpati Putih. Dengan dukungan berbagai data dalam bentuk arsip, pengamatan, wawancara, dan diskusi-diskusi kecil, penulis berhasil merekam proses lahir dan berkembangnya Merpati Putih dalam konteks budaya Jawa. Eksistensi Merpati Putih hingga saat ini tidak terlapas dari keyakinan iman, peradaban, dan ilmu pengetahuan.
### Buku "Persilatan Merpati Putih Perjumpaan Iman, Peradaban, dan Ilmu Pengetahuan Modern" ditulis oleh J. Mardimin. Buku ini merupakan hasil penelitian mendalam yang melibatkan pengamatan, wawancara mendalam, dan diskusi kecil dengan sejumlah narasumber dari kalangan pencak silat Merpati Putih. Data primer yang dikumpulkan dari narasumber tersebut dibarengi dengan data sekunder yang terdapat dalam arsip perguruan Merpati Putih di beberapa daerah. Pencak silat Merpati Putih, sebagai teknik pertahanan diri dan serangan yang sangat vital, masih dipakai dalam pertarungan jarak dekat hingga saat ini. Penulis menekankan bahwa etika dan teknologi persenjataan perang pada masa lalu berbeda dengan sekarang. Meskipun teknik berperang masih dominan dengan perang jarak dekat, pencak silat tetap menjadi senjata yang diperlukan bagi prajurit-prajurit yang dipersiapkan untuk pertempuran darat. Buku ini memberikan wawasan ilmiah tentang perkembangan pencak silat Merpati Putih dari perspektif iman, peradaban, dan ilmu pengetahuan modern, serta memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana seni bela diri ini terus berkembang dan relevan hingga masa kini.
Unduh untuk perangkat lain: